Kabar Pendidikan

Plt Walikota Semarang Sebut Berkebun Ada Nilai Pendidikan Karakter

Plt Walikota Semarang

SEMARANG – Plt Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu menyambangi panen raya Kebun Sayur di SD Negeri Wates 01, Kecamatan Ngaliyan. Mbak Ita, sapaan akrab perempuan tersebut menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kegemaran siswa untuk berkebun dan menanam sejak dini.

Kegiatan yang didukung oleh Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, Kecamatan, hingga orang tua siswa ini juga menjadi upaya untuk menekan angka inflasi.

“Kami juga menyampaikan terima kasih, matur nuwun kepada ibu kepala sekolah, jajaran Dinas Pendidikan, para orang tua murid dan komite bisa memberikan semangat kepada anak-anak. Kalau semua daerah semua sekolah, ruang-ruang tanah yang kosong dimanfaatkan seperti ini Insya Allah di Kota Semarang tidak akan kekurangan bahan sayur mayur, menekan inflasi dan menjaga ketahanan kedaulatan pangan keluarga,” ungkap Mbak Ita, Selasa (22/11/2022)

Dilansir dari kuasakata.com, Mbak Ita juga berpendapat, kegiatan berkebun ini adalah salah satu wujud pendidikan karakter. Pada proses berkebun, anak-anak belajar tentang kesabaran, ketelatenan, gotong-royong hingga kasih sayang kepada sesama makhluk hidup. Hal tersebut yang kadang-kadang tidak disadari.

“Kita tidak hanya melihat panennya. Tapi bapak ibu bisa melihat mereka itu bergotong-royong, mereka punya kasih sayang dan ini menjadi satu pendidikan karakter yang akan mereka bawa dan itu tidak bisa ditularkan dengan kata-kata tetapi dengan gerakan dan tindakan,” lanjutnya

Baca Juga: Dinas Pendidikan Biak Terapkan Layanan Sistem Digitalisasi Bidang Pendidikan

Sementara itu, kata dia, jajaran Pemerintah Kota Semarang telah melakukan intervensi dan monitoring pasar untuk mengusahakan deflasi di Kota Semarang. Tingkat harga-harga di pasar saat ini tidak naik dan cenderung turun. Namun menurut Mbak Ita, hanya harga-harga yang turun tetapi daya beli tetap tinggi. Hal tesebut dikarenakan banyak masyarakat dari luar kota yang melakukan kegiatan di Kota Semarang sehingga perputaran ekonomi terus terdorong.

“Jangan berhenti di sini, harus lebih ditingkatkan. Ini bisa jadi salah satu mata pelajaran kearifan (muatan) lokal. Mungkin bisa diajukan mengenai Urban Farming. Apalagi 2023 Raperda tentang Pertanian Perkotaan akan diajukan. Dengan gerakan menanam, kedaulatan pangan Kota Semarang terjaga dan Semarang semakin hebat,” pungkasnya. (*/)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top
%d bloggers like this: