Banner Iklan Halo Pendidikan
Lainnya

Zero Waste dalam Pembelajaran dan Aktivitas Sekolah – Penanaman Karakter Gotong Royong dan Cinta Lingkungan

Zero Waste

Istilah zero waste diambil dalam bahasa Inggris yang artinya nol sampah, yang diperluas maknanya menjadi tidak ada atau bebas  sampah. Dengan kondisi yang dianggap emergency. Sampah masih nampak di mana-mana.

Persoalan sampah yang menumpuk di pinggir jalan atau di sekitar pasar dan pemukiman juga sangat memprihatinkan. Semula sampah mungkin dianggap hal sepele. Berjalannya waktu sampah sangat membahayakan kehidupan manusia.

Perilaku atau karakter masyarakat masih tampak sangat jelas kurang menyadari bahaya sampah. Sampah di selokan, sampah di pemukiman penduduk, sampah di pusat perbelanjaan, terutama pasar tradisional bahkan sampah di sekitar perkantoran dan sekolah. Ini menunjukkan cara berpikir yang kurang baik terhadap sampah.

Kebanyakan mereka masih membuang sampah rumah tangga di sungai. Hal ini sangat membahayakan penumpukan sampah yang luar biasa membuat petugas kebersihan kewalahan bahkan tidak tertangani.

Nampak adanya sampah menumpuk dialiran sungai kemudian menimbulkan bau yang menyengat dan menyebabkan polusi udara.

Ini sangat membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Saat diadakannya event besar baik tingkat RT, RW, kampung, desa, kota, provinsi, nasioanal bahkan internasional sangat memperihatinkan.

Setelah kegiatan banyak sampah berserakan. Peserta seenaknya membuang sampah di jalan. Ini menunjukkan sikap dan prilaku masyarakat yang masih minim pengetahuan terhadap sampah meski itu adalah sampah bekas makanan mereka yang dikonsumsi saat kegiatan.

Penyelenggara biasanya bertanggung jawab atas kebersihan. Tetapi ini perlu adanya sosialisasi terhadap gawat darurat sampah akibat perilaku yang kurang baik  terhadap sampah.

Program zero waste yang disampaikan oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc dan sejumlah narasumber lainnya dalam Diskusi Terbatas Harian Suara NTB, Sabtu, 23 Maret 2019.

Diskusi yang mengusung tema “Kerja Bersama untuk NTB Zero Waste” berlangsung di Ruang Redaksi Harian Suara NTB Gubernur Provinsi NTB dalam rangka bahwa NTB bebas sampah tahun 2023 sangat perlu direspon oleh warga NTB.

Salah satunya program ini disosialisasikan oleh Kepala Sekolah di SMAN 3 Mataram, bahkan menjadi unggulan program dengan tema (PHBS) perilaku  hidup sehat dan bersih menuju sekolah sehat.

Dalam lomba sekolah sehat tingkat kota Mataram menjadi juara I dan kemudian lomba sekolah sehat tingkat provinsi juga menjadi juara 1 di tahun 2019 ini dan segera melenggang ke tingkat Nasional.

Menggerakkan sekolah menjadi sadar lingkungan dan menjadi karakter yang melekat di masing-masing individu sekolah khususnya peserta didik umumnya warga sekolah baik guru, staff dan warga sekitar merupakan hal yang tidak mudah bahkan cenderung dikatakan sulit.

Tetapi dengan usaha yang terus menerus dan tidak mudah menyerah maka secara perlahan warga sekolah menyadari pentingnya kebersihan.

Kegiatan sekolah tentang zero waste

Program zero waste yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi NTB adalah merupakan gayung bersambut. Dimulai dengan mensosialisasikan program yang sempat hanya dikatakan gebyar di atas kertas.

Perlahan mulai dilaksanakan secara langsung oleh warga sekolah. Mulai dari penyadaran terhadap pentingnya kebersihan.

Pemilahan sampah organic dan non organic dengan menyiapkan bak sampah yang sesuai dengan sampah yang ditentukan .Prilaku hidup bersih, bersih diri bersih fasilitas dan bersih lingkungan.

Menyiapkan fasilitas umum cuci tangan mensosialisasikan pengurangan sampah plastik yaitu dengan menggunakan wadah isi ulang dari pada menggunakan atau mengkonsumsi minuman kemas plastik.

Jika di ruang guru telah menyediakan galon isi air mineral, para guru menggunakan botol isi ulang yang telah disediakan sekolah atau membawa sendiri.  

Kemudian pengolahan sampah juga merupakan usaha yang telah dilakukan. Pengolahan sampah plastik dilakukan oleh tim sekolah sehat.

Jadi sampah plastik dikumpulkan kemudian diolah menjadi barang-barang yang bisa digunakan. Program ecobrick juga dilaksanakan yaitu dengan mengumpulkan sampah plastik berupa botol minuman kemudian memasukkan sampah plastik dari kemasan makanan-makanan ringan dan mengolahnya menjadi barang-barang yang bermanfaat.

Usaha yang dilakukan dengan mewajibkan warga sekolah khususnya peserta didik untuk membuat ecobrick yang ada di sekitar rumah dan di mana pun mereka ada kemudian mereka dianjurkan untuk memasukkan sampah plastik secara perlahan tapi pasti di kemasan botol.

Kemudian merakitnya menjadi barang-barang yang bermanfaat seperti piring makanan, tas, tempat gelas, vas bunga dan lain-lainnya.

Pengolahan sampah plastik juga terus dilaksanakan bahkan dalam rangka ulang tahun sekolah kami tim pengolahan limbah plastik mengadakan lomba antar kelas dan hasilnya akan dipamerkan saat perayaan ulang tahun sekolah.

Mengatur lomba pengolahan sampah plastik dilakukan jauh hari. Agar memberikan kesempatan kepada semua peserta didik untuk menyiapkannya dan melakukan inovasi dari hasil krativitas yang mereka lakukan adapun tema dari pengolahan limbah plastik adalah “barang rumah tangga.”

Pengolahan sampah tidak hanya sampah plastik. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos yang digunakan untuk bahan pupuk tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar sekolah.

Pengolahan sampah organic juga dikoordinir oleh tim pupuk kompos. Peserta didik yang memilih extrakurikuler. Karya ilmiah remaja secara langsung mempraktekkan membuat sampah kompos.

Bahkan saat program zonasi yang diberikan pemerintah kepada SMAN 3 Mataram digunakan sebagai salah satu program unggulan pengolahan sampah organic menjadi pupuk kompos dan dijadikan sebagai percontohan oleh sekolah imbas yang telah ditunjuk oleh sekolah yang juga telah ditentukan sebelumnya seperti sekolah SMA Hangtuah, SMAn Tri Sakti, SMA Kesuma Mataram, SMAN 6 Mataram, SMAN 9 Mataram.

Soialisasi program zero waste selalu menjadi program yang melekat dalam semua aktifitas yang dilakukan di sekolah. Bermula dari penyiapan bak sampah warna untuk memudahkan peserta didik dalam pemilahan sampah organic dan non organik.

Bak sampah diletakkan dimasing-masing depan kelas. Peserta didik dilatih untuk sadar lingkungan.

Meski faktanya masih banyak peserta didik yang belum menyadari dan cenderung membuang sampah sembarangan. Memang butuh kerja keras untuk merubah perilaku.

Namun usaha telah dilaksanakan perlahan telah ada perubahan perilaku peserta didik yang ditandai dengan bersih ruang kelas dan lingkungan sekolah yang dikoordinir oleh ketua kelas dalam bentuk piket kebersihan.

Saat hari World Clean-up Day, yang diperingati pada hari Sabtu tanggal 21 September 2019 sebagian warga sekolah menuju ke pantai sekitar kota tua Ampenan melakukan pembersihan pantai.

Ini dilakukan untuk memberikan pengalaman kepada peserta didik bahwa kita perlu sadar lingkungan di mana pun berada termasuk pantai yang sangat indah jangan sampai dikotori oleh limbah atau sampah akibat perbuatan manusia yang kurang baik.

Kesadaran mempertahankan kebersihan lingkungan yang merupakan anugrah Ilahi perlu kita tanamkan kepada warga sekolah. Nilai yang diperoleh adalah bekerja sama dan gotong royong dalam membersihkan lingkungan. Melindungi biota laut dari zat kimia yang berbahaya bagi biota laut yang masih sangat kita butuhkan.

Program outbound diberikan kepada 4 kelas peserta didik yang dilaksanakan di Pantai Tanjung Bongo, Merese Lombok tengah pada tanggal 10 November 2019 didampingi oleh Pembina dan beberapa Guru.

Kegiatan outbond menyatu dengan alam dan kerjasama tim agar peserta didik dapat bekerjasama dengan baik dalam mewujudkan cita-cita di setiap kegiatan permainan yang diberikan.

Saat berlangsungnya kegiatan panitia telah menyampaikan kepada seluruh peserta outbond untuk memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan. Tidak meninggalkan sampah dan di akhir kegiatan menyisir pantai untuk memungut  sampah untuk diangkat dan dikumpulkan agar tidak meninggalkan sampah sembarangan.

Diharapkan peserta didik semakin mencintai dan mensyukuri nikmat Allah yaitu diberikan anugrah Pantai yang Indah sehingga harus menjaganya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Dalam pembelajaran Bahasa Inggris telah dilakukan mengintegrasikan program zero waste dalam proses pembelajaran.

Di sini Guru mengambil tema zero waste dalam materi caption atau teks penyerta gambar. Di mana pembelajaran dimulai dengan mengkomunikasikan makna zero waste ternyata masih ada anak yang belum mengenal istilah zero waste tersebut.

Baca Juga: Prinsip Perancangan Kurikulum Merdeka

Inilah salah satu tugas guru menyukseskan program gubernur. Dalam hal ini peserta didik diberikan tugas membuat promosi zero waste setelah anak memahami secara lengkap mengenai program tersebut.

Dengan mendesain caption yaitu menggambar tema zero waste dan memberikan teks sesuai ide mereka masing-masing kemudian mempresentasikan hasil kerja kelompok masing-masing. Pembelajaran sangat baik berjalan lancar dan mereka sangat antusias.

Pentingnya zero waste

Darurat sampah adalah merupakan permasalahan yang harus segera di cari solusinya adapun cara untuk mengatasinya

1. Merubah mind set atau pola pikir masyarakat yang bermula dari individu dalam keluarga. Pengetahuan tentang sampah perlu ditanamkan kepada semua lapisan masyarakat. Mengapa masyarakat karena pelaku utama adalah masyarakat itu sendiri.

Mari kita mulai dari diri sendiri dan keluarga. Merubah mind set dan perilaku adalah hal yang cukup pelik. Masalah sampah yang semula kecil menjadi luar biasa. Membuang sampah pada tempatnya pun di Kota Mataram juga masih menimbulkan masalah karena dengan jumlah penduduk yang cukup besar dan padat membuat petugas kebersihan kewalahan dalam menanganinya.

Sepertinya kekurangan petugas kebersihan. Ini perlu juga dicari solusinya. Kemudian tempat pembuangan sementara (TPS) dan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) juga menjadi permasalahan baru sehingga perlu ditingkatkan pengetahuan dalam mengatasi sampah tentunya perlu kerja pemerintah yang cepat tepat sistimatis teruji teratur dan terukur. Sehingga program zero waste 2023 bebas sampah dapat terwujud. Butuh kerja keras . Mari kita sadar sampah.

2. Bahaya sampah. Kesadaran terhadap bahaya membuang sampah sembarangan perlu disosialisasikan. Selokan tersumbat. Sungai yang penuh sampah sangat berbahaya saat musim hujan akan banjir di mana-mana. Telah dirasakan oleh masyarakat disekitar daerah kota  Mataram. Kemudian sampah rumah tangga yang menumpuk dan tidak ditangani dengan baik juga akan menjadi sumber penyakit membahayakan kesehatan.

3. Sampah plastik adalah sampah yang sangat membahayakan kehidupan manusia dan mahluk lainnya dibumi ini. Ini diakibatkan karena bahan plastik mengandung bahan kimia berbahaya dan sangat sulit diurai bahkan sampai ribuan tahun.

Konon sampah plastik telah mencemari lautan sehingga ikan-ikan banyak yang memakannya sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia. Solusinya mengurangi penggunaan plastik gunakan wadah yang food grade dan bisa digunakan berulang-ulang.Dan jangan buang sampah atau limbah pabrik ke laut

4. Bank sampah adalah salah satu usaha pemerintah dalam menyukseskan program zero waste. Adapun perilaku yang dianjurkan yaitu mengurangi penggunaan plastik (reduce),  menggunakan kembali (reuse) dan mendaur ulang (recycling)  detikcom, Jumat (10/5/2019)  diunduh hari Kamis tanggal 28 November 2019.

Bank sampah akan diadakan pada masing-masing desa. Jika kesadaran masyarakat telah membaik maka program bank sampah akan berjalan. Bank sampah yang ada di Provinsi NTB, di Lombok Tengah, Bank Sampah Mandiri. 

Kepala Dinas LHK NTB, Ir, Madani Mukarom, B. Sc.F, M. Si menjelaskan, untuk mewujudkan NTB Zero Waste sebanyak 239 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) akan mendirikan bank sampah. Pemprov NTB melalui Dinas LHK juga masuk di desa yang padat penduduknya.

Ke depannya, satu bank sampah menangani 600 KK suarantb.com/gaya.hidup/lingkungan/2019/03/ 268919. Semoga ikhtiar ini terwujud dan menjadi berkah bagi provinsi tercinta kita ini NTB gemilang.

5. Diadakannya jambore asosiasi Bank sampah NTB 2019 dengan tema  peran bank sampah mewujudkan NTB Bebas sampah adapun kegiatannya mengadakan seminar tanggal 12 Desember 2019 di Lombok Timur dan  Camp inspirasi yang diadakan di Dusun Persil  Bumi Perkemahan Horti Park Kec Batu Kliang Utama Kab. Lombok Tengah sumber grup WA Peserta Jambore NTB 2019.

5. Diadakannya jambore asosiasi Bank sampah NTB 2019 dengan tema  peran bank sampah mewujudkan NTB Bebas sampah adapun kegiatannya mengadakan seminar tanggal 12 Desember 2019 di Lombok Timur dan  Camp inspirasi yang diadakan di Dusun Persil  Bumi Perkemahan Horti Park Kec Batu Kliang Utama Kab. Lombok Tengah sumber grup WA Peserta Jambore NTB 2019. (Penulis: Nengah Istiqomah, M.Pd, Guru SMAN 3 Mataram)

Sumber: sman3mtr.sch.id

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Banner Iklan Halo Pendidikan
To Top
%d bloggers like this: